Cara Memulai Bisnis Jual Beli Online

Geliat bisnis jual beli online (e-commerce) kian tumbuh dengan semakin banyaknya situs e-commerce yang bermunculan baik yang dikelola oleh perorangan maupun perusahaan. Situs-situs tersebut dibuat dengan tujuan membidik lebih banyak calon konsumen dengan harapan mendapat keuntungan yang lebih besar. Sebagai contoh nama-nama besar di Indonesia yang cukup terkenal adalah Tokobagus (sekarang OLX), Kaskus FJB, Tokopedia, Blibli, Bhinneka, dll sedangkan untuk pasar global kita mengenal Amazon. Mereka memiliki model bisnis yang berbeda bila dilihat berdasarkan layanan yang diberikan. Berikut ini adalah 3 model jual beli online yang sering dijumpai, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum Anda memutuskan terlibat di dalamnya.

Cara Memulai Bisnis Dengan Iklan Baris

Yang pertama adalah iklan baris. Modelnya sangat sederhana karena memiliki ciri khas yaitu sebuah situs hanya bertindak sebagai perantara dan tidak terlibat langsung dalam transaksi jual beli. Sistemnya adalah penjual memasang foto produk lengkap dengan deskripsinya kemudian bila ada pengunjung situs yang akan membeli Ia akan menghubungi pemasang iklan untuk membicarakan kesepakatan transaksi. Karena hanya sebagai perantara maka segala kerugian yang ditimbulkan bukan menjadi tanggung jawab situs tersebut.
Kelebihan:
  1. Praktis, tanpa harus bersusah payah menawarkan barang ke calon pembeli.
  2. Transaksi dapat dipilih sesuai kesepakatan antara penjual (pengiklan) dan pembeli.
  3. Bila transaksi dilakukan secara COD (Cash on Delivery) pembeli dapat mengetahui kualitas barang sehingga dapat membatalkannya bila tidak sesuai harapan.

Kekurangan 

  1. Keamanan transaksi tidak terjamin kecuali dilakukan secara COD (Cash on Delivery).
  2. Karena sifatnya hanya iklan maka tidak cocok untuk menjual barang dalam jumlah banyak secara berkelanjutan.
  3. Situs iklan lebih cocok untuk mempromosikan barang dengan jumlah sangat terbatas yang hanya dijual sewaktu-waktu misalnya barang bekas atau barang tak bergerak seperti tanah atau rumah.

Cara Memulai Bisnis Marketplace

Modelnya hampir sama dengan iklan baris, yang membedakan adalah pihak e-commerce selain menyediakan tempat untuk promosi juga menyediakan metode transaksi seperti pembayaran melalui rekening bersama dan pengiriman barang menggunakan jasa kurir tertentu.
Konsepnya adalah si penjual memasang foto produk lengkap dengan deskripsinya kemudian bila terjadi transaksi maka pembeli akan mengirimkan sejumlah uang ke pihak e-commerce sesuai harga barang, selanjutnya penjual mengirimkan barang ke alamat pembeli tadi. Setelah barang sampai di tangan pembeli barulah pihak e-commerce meneruskan pembayarannya ke penjual.

Kelebihan:

  1. Keamanan transaksi terjamin karena menggunakan rekening bersama.
  2. Pembeli tidak merasa khawatir terhadap penipuan.
  3. Penjual tidak perlu bersusah payah membangun kepercayaan kepada calon pembeli karena semuanya sudah dilakukan oleh pihak e-commerce.
  4. Biasanya di situs marketplace terdapat fitur rating terhadap penjual sehingga memudahkan pembeli mengetahui seberapa bagus layanan yang diberikan oleh penjual. Dari sini juga akan diketahui mana penjual yang serius dan tidak serius berjualan.

Kelemahan:

  1. Karena transaksi melibatkan pihak e-commerce maka memakan waktu relatif lebih lama.
  2. Penjual sulit membangun brand/merk sendiri. Berjualan di marketplace berarti meningkatkan brand marketplace tersebut, bukan meningkatkan brand si penjual.

Cara Memulai Bisnis Toko Online

Yang terakhir adalah model bisnis toko online. Bisnis model ini sangat mudah dijalankan oleh siapa saja sehingga wajar bila sekarang banyak bermunculan toko online yang dikelola oleh perorangan apalagi saat ini untuk membuatnya sangat mudah menggunakan layanan blog gratisan seperti blogger ataupun wordpress.
Yang membedakan toko online dengan iklan baris dan marketplace adalah kepemilikan produk dan pengelolaannya.
Pada iklan baris dan marketplace produk tidak dimiliki oleh pihak e-commerce melainkan dimiliki oleh masing-masing pengiklan/penjual sedangkan pada toko online umumnya tidak demikian. Seseorang/perusahaan yang memiliki toko online biasanya juga memiliki produk sendiri atau produk orang lain yang dijual atas nama sendiri.
Untuk model ini secara pribadi Saya sudah memulainya dengan mengelola blog sederhana sejak beberapa bulan yang lalu dan alhamdulilah lumayan menghasilkan.
Konsep bisnis dari toko online adalah seseorang/perusahan mempromosikan produknya lewat blog/situs yang telah diciptakan dan bila terjadi transaksi maka sepenuhnya dilakukan oleh pengelola blog/situs tersebut.
Kelebihan:
  1. Pengelola blog/situs memiliki kontrol penuh terhadap bisnisnya.
  2. Dapat meningkatkan brand/merk sendiri.
  3. Bila dibandingkan dengan marketplace transaksi di toko online dapat dilakukan relatif lebih mudah dan cepat karena pembeli bertransaksi langsung dengan pemilik toko tanpa melibatkan pihak ketiga.

Kekurangan:

  1. Untuk situs/blog yang baru dibuat si pemilik harus berusaha keras membangun kepercayaan sendiri terhadap calon pembeli.
  2. Bila terjadi masalah pada situs/blog maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab sendiri.

Itulah 3 model bisnis jual beli online yang sering dijumpai, bagi yang berminat memulai bisnis online model bisnis tersebut bisa dicoba. Mengenai mana yang paling baik semuanya kembali ke tujuan Anda.

Tinggalkan Balasan