Tulisan Bermanfaat Tidak Harus Ilmiah

Salah satu ciri sebuah tulisan dikatakan ilmiah adalah ditulis menggunakan bahasa baku dan dibuat dalam style ilmiah, misal; setiap pernyataan harus dilengkapi dengan kutipan yang bisa ditelusuri sumbernya.

Tujuannya untuk mempermudah siapa saja yang dapat menelusuri kutipan pernyataan tersebut ke sumber aslinya.

Bagi calon sarjana tentu membuat karya ilmiah berupa skripsi adalah syarat wajib untuk menempuh ujian akhir, salah satu tujuannya adalah membekali calon sarjana agar terbiasa memecahkan suatu masalah secara ilmiah dan objektif sehingga gagasan – gagasan kreatif untuk disumbangkan kepada dunia ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kalau ditanya bagus mana ilmiah dengan tulisan non ilmiah ? Jawabannya tergantung, bila tulisan itu bermanfaat apalagi mampu menggerakan seseorang atau masyarakat agar produktif maka itu lebih baik. Terlepas dari ilmiah atau tidak. Semakin bermanfaat tentunya akan semakin bagus, misalnya buku – buku inspiratif, baik itu tentang motivasi, buku yang mendorong para entrepreneur muda menjadi sukses atau tentang kisah penelitian para ilmuan.

Banyak yang merasa kesulitan membuat tulisan dalam style ilmiah karena harus mendatangkan dan mengolah seabreg data dari berbagai sumber. Bagi yang tidak bisa sama sekali tentu tak usah bersedih karena masih banyak hal yang dilakukan. Banyak catatan dari para motivator yang mampu menginspirasi banyak orang ternyata bukan tulisan ilmiah, bahkan diantara mereka yang tak pernah selesai kuliah. Mungkin kita ingin mengikuti jejak mereka. Intinya bila mau berusaha pasti ada prestasi yang akan didapat.

Semua itu tidak bisa sim salabim terwujud begitu saja, butuh usaha keras. Selamat berusaha, semoga sukses.

Tinggalkan Balasan